Project Loon akhirnya mengantongi izin terbang di Puerto Riko yaitu proyek balon internet milik Google

Melalui izin ini, balon penyebar internet bikinan Alphabet, induk Google, itu sudah bisa mengudara di negara tersebut. Hal ini diumumkan langsung oleh Alastair Westgarth, Kepala Project Loon
Balon Loon akan berfungsi sebagai pengganti menara BTS yang hancur akibat Badai Maria. Meski begitu, Project Loon tidak akan menghadirkan layanan sendiri.Induk dari Google tersebut tetap bergantung layanan dari operator semacam AT&T dan lainnya untuk menghadirkan layanan internet. Bisa dikatakan, Project Loon akan menjadi perantara internet untuk sementara di Puerto Riko.
Balon Loon saat ini dapat mendukung komunikasi dasar seperti mengirim pesan dan mengakses informasi secara online untuk mereka yang memiliki jaringan LTE. Ini pertama kalinya kami menggunakan sistem algoritma tenaga baru pada mesin kami agar bisa tetap terbang di Puerto Riko. Karena kami tahu angin akan terus bergeser di wilayah ini. Harapan kami bisa terus menjaga balon agar tetap terbang di sekitar wilayah di mana konektivitas diperlukan.
Project Loon juga pernah diproyeksikan terbang di atas wilayah Indonesia untuk memberikan akses internet ke 100 juta orang Indonesia di wilayah pedalaman. Proyek ini belum terwujud karena tertahan oleh izin Kementrian Pertahanan.