Uber Kena Hack dan Bayar Uang Tutup Mulut Seorang Hacker

Uber Technologies Inc. mengalami pembobolan data besar-besaran yang terjadi sekitar Oktober tahun lalu

Dan baru-baru ini terungkap bahwa perusahaan membayar uang tutup mulut sebesar 100.000 USD (sekitar 1,35 miliar rupiah) pada si hacker dan meminta untuk menghapus data yang dicuri. Kasus ini menyebabkan data pribadi 57 juta pelanggan dan drivernya bocor ke publik. Serangan yang terjadi pada bulan Oktober tahun lalu ini telah mengakibatkan bocornya informasi pribadi dari 50 juta data pelanggan dan 7 juta data pengemudi Uber.

Serangan peretas ini kemudian baru diketahui bulan November 2016 lalu oleh perusahaan tersebut. Namun alih-alih mengakui secara jujur, Uber justru membayar uang kepada peretas tersebut supaya mereka bersedia untuk menghapus data yang bocor tersebut serta merahasiakannya dari banyak orang.

Hal ini terpaksa dilakukan oleh Uber agar mereka tidak kehilangan kepercayaan dari para pelanggan dan pengemudinya. Meski tidak mengungkapkan identitas peretas yang melakukan hal tersebut, namun Uber mengatakan bahwa informasi curian tersebut tidak dimanfaatkan atau lebih-lebih lagi dijual kepada pihak ketiga.

Travis Kalanick yang saat itu masih menjabat sebagai CEO Uber juga baru mendapat kabar peretasan ini satu bulan kemudian, namun memutuskan untuk tidak mengungkap fakta ini ke publik. Barulah saat Uber dipimpin oleh CEO baru Dara Khosrowshashi, kejadian ini diungkap.

Diketahui bahwa hacker melakukan peretasan dengan cara mengakses akun GitHun yang digunakan engineer Uber untuk berbagi kode. Dari situlah hacker berhasil mendapatkan username dan password yang kemudian digunakan untuk membuka akun AWS yang digunakan untuk operasional Uber sehari-hari. Setelah itu hacker bisa mendapatkan arsip data berisi informasi pengguna maupun pengemudi Uber.

Setelah berhasil mendapatkan data penting ini, pelaku mengirim email ke Uber untuk meminta uang tebusan yang disepakati perusahaan dengan janji sang hacker akan menghapus semua data yang dicuri. Uber juga memastikan bahwa data yang dicuri tidak pernah digunakan oleh hacker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *