Kaspersky Lab menemukan lebih dari 120.000 penggunanya berurusan dengan spyware

Saat ini aplikasi spayware sudah banyak beredar dan mudah dibeli dengan harga yang murah. Banyak pengguna yang menggunakan aplikasi itu untuk memonitor keluarga dan orang yang dicintai. Kaspersky Lab menemukan lebih dari 120.000 penggunanya berurusan dengan spyware komersial ini di 9 bulan pertama tahun 2017.
“Spyware komersial adalah sebuah contoh perangkat lunak yang dianggap sah dan bahkan membantu, namun sebenarnya menimbulkan sejumlah besar ancaman bagi penggunanya,” ujar Alexey Firsh (Pakar keamanan Kaspersky Lab).“Pemasangan aplikasi semacam itu merupakan langkah yang berpotensi memberikan risiko, yang bahkan dapat menyebabkan infeksi lebih lanjut dari malware yang menyebabkan konsekuensi lebih parah,” ucapnya.
Para ahli Kaspersky Lab melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi spyware yang paling populer dan ada sejumlah masalah keamanan yang dapat membahayakan perangkat dan data pribadi penggunanya. Aplikasi spyware komersial didistribusikan dari situs dan landing pages milik mereka sendiri, untuk menghindari pemeriksaan keamanan dari pasar online resmi.
Akibatnya, saat menginstal aplikasi ini Anda perlu “allow install of non-market applications”, yang berarti bahwa perangkat pengguna tidak dilindungi terhadap aksi infeksi lebih lanjut oleh malware. Para ahli Kaspersky Lab menyarankan pengguna untuk melakukan tindakan berikut untuk melindungi perangkat dan data pribadi mereka dari serangan siber yang mungkin terjadi. (1) Jangan root perangkat Android Anda, karena ini akan membuka kemampuan yang hampir tak terbatas ke aplikasi berbahaya. (2) Nonaktifkan kemampuan untuk menginstal aplikasi dari sumber selain dari toko aplikasi resmi.(3) Selalu perbaharui versi OS dari perangkat Anda, hal ini berguna untuk mengurangi kerentanan pada perangkat lunak dan mengurangi risiko serangan • Instal solusi keamanan yang telah terbukti untuk melindungi perangkat Anda dari serangan siber.(4) Selalu lindungi perangkat Anda dengan kata kunci, PIN atau sidik jari, sehingga penyerang tidak dapat mengakses perangkat Anda secara manual.