Google Luncurkan Android Oreo Go Edition, OS yang Dioptimalkan untuk Perangkat dengan RAM Kecil

Diumumkan pada Google I/O , akhirnya Android Go telah rampung dikerjakan. Dalam blog Google merilis secara resmi Android Go berbasiskan Android Oreo 8.1. Android Go tampaknya dikembangkan untuk menggantikan Android One yang kurang sukses dipasaran. Android Go dirancang untuk smartphone berspesifikasi rendah.
Google resmi meluncurkan Android Go, bertepatan dengan finalisasi Android Oreo 8.1. Para vendor smartphone sudah bisa menyalurkan Android Go ke perangkat low-end dan Android Oreo 8.1 ke perangkat high-end buatan mereka. Penggunaan data di Android Go pun lebih ketat.
Google telah menyematkan tools Data Usage agar pengguna dapat mengontrol aplikasi pada yang menggunakan data secara background. Fitur Data Saver Google Chrome di Android juga diaktifkan secara default.
Google ingin Android Go membantu mengembangkan ekosistem smartphone murah tetapi mumpuni. Ada beberapa aplikasi bawaan yang tercantum pada Android Go, mencakup Google Go, Google Maps Go, Gmail Go, YouTube Go, Google Assistant Go, Files Go, Gboard, Chrome, dan Play.
Semuanya merupakan aplikasi standar yang sudah familiar bagi pengguna Android, tetapi dalam versi yang lebih hemat memori.