Teknologi Blockhan Berbasis cloud berjalan di platform azure akan menjadi sistem keuangan yang akurat

Microsoft telah menghadirkan layanan bernama blockhan berbasis cloud berjalan di platform azure merupakakan layanan industri perbankan masa depan.Maka untuk anda sekalian yang belum mengenalnya, blockhain meruapakan salah satu jenis teknologi di bidang fintech yang akan di gadang-gadang mengubah masa depan industri keuangan yang mendunia.
Blockchain adalah teknologi transformasional dengan potensi untuk memperluas transformasi digital di luar tembok perusahaan dan memasuki proses yang dibaginya dengan pemasok, pelanggan dan mitra. Intinya, blockchain adalah struktur data yang digunakan untuk membuat buku besar transaksi digital sehingga, alih-alih bertumpu dengan satu penyedia tunggal, dibagi di antara jaringan komputer terdistribusi.
Hasilnya adalah sistem yang lebih terbuka, transparan, dan dapat diverifikasi yang secara mendasar akan mengubah cara kita berpikir untuk bertukar nilai dan aset, menegakkan kontrak dan berbagi data. Semakin banyak perusahaan berinvestasi di blockchain sebagai cara yang aman dan transparan untuk melacak kepemilikan aset secara digital di antara batas-batas kepercayaan, reimagine proses bisnis bersama dan menciptakan model baru untuk kolaborasi lintas organisasi.
Industri financial technology (fintech) tengah berkembang pesat di Indonesia. Salah satu jenis fintech yang dipercaya akan mengubah masa depan industri keuangan global adalah blockchain. World Economic Forum baru-baru ini menjelaskan bahwa blockchain merupakan salah satu dari 10 teknologi paling inovatif di tahun 2016[1]. Sifat blockchain yang terbuka dan transparan mampu menyederhanakan cara individu serta organisasi dalam bertransaksi menjadi tanpa sekat dan batas, sehingga mendukung mobilitas pengguna. Teknologi ini sangat tepat bagi industri fintech yang melibatkan banyak pihak dan selama ini masih memerlukan kertas manual.
“Secara sederhana, blockchain adalah buku besar bersama (distributed ledger) transaksi digital berbasis komputasi awan yang mampu mencatat berbagai data transaksi secara real time. Data transaksi ini selanjutnya akan blockchain buka ke beberapa jaringan komputer sekaligus – memungkinkan seluruh pihak terkait untuk mengkaji data tersebut bersama-sama” ujar Kustiawan Kusumo, Enterprise Director, Microsoft Indonesia.
Perbankan adalah salah satu contoh industri yang akan merasakan pengaruh kuat blockchain. Sebab, blockchain memungkinkan seluruh transaksi perbankan untuk berlangsung kapan saja (24 jam) dan di mana saja (tidak perlu selalu datang ke bank). Mulai dari transfer, penyimpanan dan pengambilan uang, pengajuan kredit, pembayaran internasional, hingga kliring. Pada tahun 2016, perbandingan rasio interaksi berbasis digital dengan tatap muka bahkan mencapai 400:1. Kondisi ini akan terus berkembang mengingat jumlah penggunaan mobile connection di Indonesia mencapai 318 juta pengguna atau 125% dari total populasi.
Walaupun dominasi blockchain terhadap industri perbankan begitu kuat, perbankan tetap tidak akan mati karena blockhain. Sebab, biar bagaimanapun bank sentral tetap akan dibutuhkan untuk mengatur alur transaksi dan menyediakan modal usaha. Blockchain juga sesungguhnya membuka beragam peluang untuk perbankan – seperti mengurangi kebutuhan akan validator pihak ketiga, memodernisasi infrastruktur perbankan, dan mengamankan transaksi. Sebagai contoh, blockchain dapat mempermudah perbankan untuk menganalisis latar belakang nasabah yang mengajukan kredit serta mengurangi biaya administrasi transaksi keuangan.
Kelebihan dan Keunikan salah satu karakter unik blockchain adalah kemampuan analisis yang ada di baliknya. Semakin banyak organisasi atau perusahaan yang berpartisipasi, termasuk kompetitor, semakin besar nilai yang blockchain tawarkan. Lebih dari itu, transaksi yang dicatatkan dalam blockchain juga tidak dapat dihapus atau diganti. Apabila terjadi kesalahan, pengguna perlu mencatatkan transaksi pengganti untuk mengoreksinya. Dengan begitu, penipuan, pemalsuan, atau korupsi dapat dihindari.
Walaupun bersifat transparan dan terbuka, blockchain tetap menjadi teknologi yang aman karena menerapkan teknologi digital signature berbasis kriptografi dalam setiap transaksinya. Setiap kali transaksi hendak dilakukan, blockchain akan mengautentikasi data pihak-pihak terkait secara real time sebelum mengesahkan transaksi tersebut.
Sumber : Click