Dimension Data dan Cisco Mengajak Perusahaan Tangkal Ransomware

Dimension Data dan Cisco belum lama ini telah merilis laporan resmi terbarunya terkait dengan ancaman ransomware

ransomware-fINAL-1Berdasarkan laporan Cisco 2017 Mid-Year Cyber Security Report, ransomware merupakan salah satu ancaman utama bisnis digital. Pada level global, sekitar 49% kegiatan bisnis setidaknya pernah sekali mengalami serangan cyber, dan 39% diantara adalah serangan ransomware.

Ditegaskan oleh Neville Burdan, GM Security Dimension Data Asia Pasifika lewat rilis yang masuk ke Mobitekno.com bahwa peningkatan jumlah serangan ransomware pada ekonomi digital membuat setiap perusahaan dijadikan target. Risiko ini pun meningkat seiring dengan mata uang digital dan Bitcoin yang telah menjadi hal umum untuk membayar tebusan. “Tak sedikit perusahaan yang dijadikan target oleh penjahat cyber dengan menyebar ransomware. Mereka pun meminta tebusan dari sejumlah data yang berhasil dicuri dengan mata uang digital, atau Bitcoin. Hal ini menyebabkan ancaman seperti itu sulit untuk dilacak,” ujar Neville.

Ditambahkan oleh Neville, untuk itulah Dimension Data bersama Cisco melakukan sebuah kajian. Hal ini tentunya memiliki tujuan yang positif, yakni untuk mencari tahu lebih dalam dan bagaimana nantinya ancaman tersebut bisa dtanggulangi dengan lebih cepat dan efesien.

Ada empat strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan untuk mengadopsi pertahanan terhadap serangan ransomware. Strategi pertama adalah memprediksi dan memberikan informasi sebelum serangan terjadi. Kedua yakni melindungi perangkat dan komputasi aset perusahaan. Tak kalah penting adalah strategi dengan kemampuan deteksi secara optimal. Artinya, perusahaan harus memiliki sebuah teknologi yang bisa ditempatkan pada lokasi yang dapat mendeteksi anomali dalam infrastruktur jaringan. Ketiga yakni kemampuan merespon. Ketika serangan ransomware telah terdeteksi, ahli keamanan yang ada diperusahaan harus bisa bekerja cepat untuk memblokir saluran komunikasi yang dianggap penting. Tak hanya, lakukan juga proses karantina terhadap mesin yang terkena serangan. Ke empat yaitu pemulihan, dimana proses proses back-up adalah bagian penting untuk menjalankan pemulihan secara cepat. Sebagai tambahan, sistem back-up juga diperlukan untuk mencegah duplikasi dokumen yang dienkripsi oleh ransomware. Hal ini dapat dicapai dengan menjalankan proses segmentasi yang dinamis serta fitur keamanan yang teratur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *