Laporan oleh perusahaan riset IDC mengatakan pasar smartphone di seluruh dunia menunjukkan pertumbuhan paling lambat di rekor 0,2 persen, dengan pengiriman sebesar 334,9 juta
Raksasa teknologi Korea Selatan Samsung mempertahankan rangking pertama kepemimpinannya di atas Apple yang berbasis di AS, sementara Huawei yang berbasis di China memperkuat posisi ketiga.
Dua produsen baru berbasis China, Oppo dan Vivo, menggeser dua merek china lainnya, Lenovo dan Xiaomi, di posisi keempat dan kelima terbesar. Angka-angka terbaru tersebut menunjukkan tanda-tanda kejenuhan di banyak pasar di seluruh dunia, dan menekan beberapa vendor terkenal.
Berdasarkan survey terbaru dari IDC, Samsung masih menduduki posisi nomor satu dengan pangsa pasar 24,5 persen bahkan setelah penjualannya merosot 0,6 persen, sementara Apple tetap di posisi kedua dengan 15,3 persen pangsa pasar dengan penjualan di seluruh dunia yang tergelincir 16 persen.
Berdasarkan survei, Huawei yang mengalami peningkatan penjualan sebesar 58 persen dari tahun lalu berhasil meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 8,2 persen. Oppo, yang telah berekspansi di luar pasar China, menunjukkan pertumbuhan 153 persen hingga mengambil 5,5 persen pangsa pasar. Sementara Vivo meraih 4,3 persen pangsa pasar berkat dorongan penjualan sebesar 123 persen.
“Di luar China, merek-merek ini hampir tidak dikenal. Vendor-vendor China yang berkembang pesat ini dapat masuk ke pasar yang matang seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat jika mampu mengejar Apple atau Samsung di posisi teratas,” kata analis IDC Anthony Scarsella. Sampai saat ini, pertumbuhan penjualan smartphone global terbesar datang dari China, namun IDC mengatakan bahwa penjualan smartphone China hanya tumbuh 2,5 persen pada tahun 2015.