Dengan Kecerdasan Buatan, Facebook Bisa Identifikasi Pengguna Yang Ingin Mau Bunuh Diri

MEDIA sosial Facebook melakukan uji coba Artificial Intelegent (AI) untuk mencegah terjadinya kasus bunuh diri

aiTidak terhitung jumlahnya pelaku bunuh diri yang mengunggah aksinya di media sosial seperti Facebook. Hal itu membuat citra Facebook menjadi jelek dan menunjukan kelemahan Facebook dalam mensortir konten-kontennya. Karena tersebut Facebook sedang menguji coba peranti lunak berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi dan menganalisa unggahan pengguna Facebook yang akan melakukan bunuh diri. Selama ini Facebook selalu terlambat dalam menyelematkan nyawa pelaku bunuh diri.

Jadi, teknologi AI Facebook akan mencari dan melaporkan unggahan pengguna media sosial yang terindikasi sedang mengalami depresi dan kemungkinan besar akan melakukan aksi bunuh diri serta akan menampilkan aksinya secara langsung di media sosial. AI akan mencari kata-kata kunci seperti “apakah kamu baik-baik saja” atau “adakah yang bisa kubantu?” dalam kolom komentar dari postingan pengguna.

Mark bahkan mengklaim kalau telah menyiapkan setidaknya 3.000 orang di Facebook yang hanya ditugaskan untuk melakukan review terhadap postingan atau komentar yang mengandung kemungkinan seseorang untuk melakukan bunuh diri.
Selanjutnya ketika ditemukan postingan atau komentar yang mengarah ke situ, hal pertama yang akan dilakukan Facebook adalah langsung menghubungi keluarga atau teman terdekatnya.

Diharapkan orang-orang terdekat ini bisa segera menghubungi atau mendatangi pengguna yang berpotensi akan bunuh diri untuk meredakan keinginannya. “Teknologi ini baru ada di Amerika Serikat (AS) dan responnya sangat bagus. Teknologi ini akan segera hadir pada layanan kami di seluruh belahan bumi. Dalam waktu dekat ini, Eropa akan menjadi yang kedua merasakan efek positif dari AI,” ujarnya.

“Di masa depan, kecerdasan buatan akan dapat memahami lebih banyak bahasa, dan akan dapat mengidentifikasi masalah yang berbeda selain bunuh diri, termasuk dengan cepat menemukan lebih banyak jenis intimidasi dan kebencian,” kata Mark.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *