The Fed Pertimbangkan Mau Bikin Mata Uang Virtual Pesaing Bitcoin

The Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) Akan mempertimbangkan untuk memiliki produk mata uang virtual seperti bitcoin

the fedSeiring nilai tukar bitcoin terus membumbung tinggi. Mata uang virtual ini masih berada di kisaran US$ 900 namun akhir November bitcoin sudah tembus US$ 10.000 per keping atau sekitar Rp 135.000.000. the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) tampaknya mempertimbangkan untuk punya produk seperti bitcoin demi kepentingannya sendiri.

Presiden dan CEO Federal Reserve Bank of New York William Dudley dalam sebuah konferensi mengungkapkan, Fed sedang mempelajari dan mengeksplorasi ide pembuatan mata uang digital.”Setiap produk yang dikaji berpotensi memiliki nilai yang tinggi di masa depan. Namun ide ini dinilai terlalu cepat jika memperkirakan kapan kajian dan eksplorasi akan selesai dilakukan ” dikutip oleh CNBC

“Bitcoin merupakan aktifitas spekulatif sehingga tidak cocok dijadikan sebagai tempat penyimpanan yang stabil. Sebagai penjabat bank, bitcoin memang memiliki pergerakan harga yang sangat cepat” di jelaskan oleh CEO Federal Reserve Bank of New York.

Dia bukanlah pejabat Fed pertama yang berkutat dengan popularitas mata uang virtual ini. Sebelumnya Presiden Fed Philadephia Patrick Harker dalam sambutannya di sebuah konferensi menyebutkan jika dia ragu bitcoin bisa merusak nilai dolar AS, utamanya karena ia tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah.

“Kita menyebut kertas yang ada di saku sebagai uang, karena kita percaya kertas itu bernilai dan pemerintah ada di belakangnya. Itu semua masalah kepercayaan saja,” kata Harker dikutip dari CNBC. Awal 2017, Presiden the Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari skeptis bitcoin dapat sebagai mata uang, meskipun dia mengatakan kalau teknologi blockhain yang berada di belakang bitcoin punya potensi berkembang lebih lanjut.

Blockchain tersebut mencatat transaksi digital, kunci perdagangan bitcoin yang sebenarnya bukan koin melainkan sistem pembayaran yang dibuat secara online. Namun the Federal Reserve Bank of New York belum merespons terhadap informasi tambahan mengenai pernyataan Dudley tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *