Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Homeland Security menuduh DJI sebagai Agen Mata-mata Tiongkok
Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Homeland Security menuduh pabrikan drone DJI melakukan tindakan spionase dengan mengumpulkan data-data sensitif di AS dan memberikannya ke pemerintah Tiongkok. Homeland Security mencurigai DJI menargetkan instalasi militer, penegak hukum dan sejumlah infrastruktur lain di AS.
Data-data yang terkumpul seperti, foto, video, dan lokasi sebuah fasilitas akan membantu Tiongkok merencanakan serangan fisik maupun siber ke AS. Hal itu terungkap dari memo Homeland Security yang melarang militer AS menggunakan drone DJI pada Agustus lalu. DJI pun menepis fitnah tersebut dan menyebutkan tuduhan itu jelas-jelas salah. DJI meminta agar tuduhan tersebut disertakan dengan bukti-bukti yang jelas.
Pemerintas AS memang biasa menuduh rivalnya seperti Rusia dan Tiongkok kerap melakukan aksi mata-mata seperti dikutip New York Times. Pemerintah AS juga pernah menuduh Huawei dan ZTE yang melakukan aksi mata-mata menggunakan ponsel buatannya. Bahkan, pemerintah AS tidak mengeluarkan izin kepada ZTE untuk melakukan aktivitas perdagangan di
AS.Tentunya, tuduhan itu akan memperkeruh hubungan Tiongkok dan AS yang sebelumnya sedang bekerjasama mengatasi tingkah dari negara Korea Utara.
Sumber : Infokomputer.grid.id