Tinder bakal merasakan pengalaman kencan berbeda dikarenakan aplikasi pencari jodoh ini berencana akan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan ada awal 2018
Aplikasi pencari jodoh ini berencana akan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence/AI) di aplikasi tinder pada awal 2018. Pernyataan dari CEO, Greg Blatt, Sistem AI pada Tinder digunakan untuk mendukung fitur Geolokasi pada aplikasi tersebut. Selama ini, Blatt menilai bahwa Tinder masih sebatas aplikasi “mesin geser” mempertemukan pengguna dengan orang lain.
Meski telah mengeluarkan pernyataan mengenai sistem AI yang akan diadopsi, namun Blatt enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana fungsi ini akan bekerja. Ia hanya mengatakan, sistem ini akan menjadikan Tinder menjadi sebuah aplikasi kencan yang mendobrak garis batas antara realitas dan dunia digital.
Beberapa asumsi menyatakan bahwa fitur AI pada aplikasi ini digunakan untuk memperbaiki sistem pencocokan antar pengguna berdasar pada lokasi. Selain itu, asumsi lain juga mengatakan bahwa Tinder menawarkan pengalaman yang lebih dipersonalisasi dengan memeriksa data aplikasi pengguna melalui adaptasi AI